Aplikasi

WhatsApp Perkuat Keamanan Pengguna! Fitur Baru Siap Hadang Scam Kripto dan Penipuan Investasi

Dexop.com – Di tengah maraknya kejahatan digital dan skema penipuan online yang semakin kompleks, WhatsApp kembali mengambil langkah besar dalam memperkuat perlindungan penggunanya. Aplikasi pesan instan milik Meta ini resmi meluncurkan serangkaian fitur keamanan baru, yang bertujuan untuk mendeteksi, memperingatkan, dan memblokir aktivitas mencurigakan sebelum merugikan pengguna.

Dengan lebih dari 2 miliar pengguna aktif bulanan di seluruh dunia, WhatsApp menjadi target empuk bagi pelaku kejahatan siber yang menyasar korbannya dengan berbagai modus: scam investasi, umpan kerja palsu, pesan phishing, dan penyamaran digital. Untuk menjawab tantangan tersebut, WhatsApp memperkenalkan fitur-fitur canggih dengan sistem pendeteksian real-time serta pengawasan perilaku pengguna mencurigakan.

Fitur Pratinjau Grup: Pengguna Lebih Tahu Sebelum Bergabung

Salah satu fitur yang langsung menarik perhatian adalah “Group Preview” atau pratinjau grup. Fitur ini dirancang khusus untuk mencegah pengguna masuk ke grup mencurigakan tanpa sepengetahuan atau persetujuan penuh.

🔒 Cara kerja fitur:

  • Saat ditambahkan ke grup oleh nomor tidak dikenal, pengguna tidak langsung masuk ke dalam obrolan.
  • WhatsApp menampilkan informasi pembuat grup, jumlah anggota, dan deskripsi singkat jika tersedia.
  • Pengguna diberikan opsi: bergabung, abaikan, atau keluar tanpa pemberitahuan kepada admin.

Langkah ini akan meminimalisir risiko korban scam masuk ke dalam grup penipuan massal—modus yang belakangan populer dipakai oleh komplotan penjahat siber Asia Tenggara.

Sistem Peringatan Obrolan 1:1 dari Nomor Tidak Dikenal

Selain grup, obrolan pribadi (one-on-one chat) juga menjadi celah empuk bagi scammer. Oleh karena itu, WhatsApp saat ini mengujicoba sistem peringatan pintar untuk memberikan konteks tambahan ketika pengguna menerima pesan dari nomor yang tidak ada di kontak.

📍 Fungsi sistem ini:

  • Memberikan informasi seperti apakah nomor tersebut baru dibuat, terlibat dalam laporan pengguna lain, atau memiliki pola pesan mencurigakan.
  • Memunculkan tanda peringatan visual sebelum pengguna merespons.
  • Memberikan opsi blokir, laporkan, atau izinkan.

Langkah preventif ini diharapkan mampu mengurangi jumlah korban penipuan yang dimulai dari pesan teks sederhana, sering kali berkedok tawaran kerja, konfirmasi pengiriman paket, hingga tagihan yang belum dibayar.

WhatsApp Tutup 6,8 Juta Akun Scam Dalam 6 Bulan

Dalam laporan keamanan terbarunya, WhatsApp menyebut bahwa mereka telah menonaktifkan lebih dari 6,8 juta akun yang teridentifikasi sebagai akun scam atau terlibat dalam aktivitas mencurigakan, hanya dalam paruh pertama 2025 saja.

Mayoritas akun tersebut dikendalikan oleh jaringan kejahatan siber terorganisir, yang berbasis di beberapa negara Asia Tenggara. Yang mengerikan, banyak dari operasi ini melibatkan kerja paksa, termasuk warga asing yang dijadikan alat oleh sindikat penipuan digital.

Modus Baru: Scam Lintas Platform Semakin Canggih

WhatsApp juga menyoroti evolusi modus penipuan digital yang kini tidak hanya terbatas dalam satu aplikasi, tetapi berpindah antar platform—menggunakan kombinasi teknologi, AI, dan sosial engineering untuk menjebak korban.

Salah satu kasus yang diungkap terjadi di Kamboja, dimulai dari pesan AI buatan ChatGPT di media sosial yang memikat korban dengan tawaran tugas berbayar, lalu diarahkan ke WhatsApp untuk “verifikasi pekerjaan”. Dari sana, korban diminta berpindah ke Telegram dan TikTok, hingga akhirnya diminta menyetor uang ke dompet kripto.

💣 Modus seperti ini dikenal sebagai multi-platform scam, dan sulit dideteksi jika pengguna tidak waspada sejak awal.

Meta, OpenAI, dan Mitra Teknologi Lainnya Bersatu Lawan Scam

Melihat ancaman yang semakin kompleks, WhatsApp—bersama induknya Meta—memperluas kolaborasi dengan OpenAI dan raksasa teknologi lain, termasuk perusahaan penyedia sistem AI dan keamanan siber.

🤝 Kolaborasi ini mencakup:

  • Berbagi database dan intelijen tentang akun mencurigakan
  • Sinkronisasi blacklist antar platform
  • Pengembangan sistem pendeteksi pesan scam berbasis AI
  • Peningkatan edukasi keamanan digital untuk pengguna umum

Langkah bersama ini diyakini menjadi kunci dalam memutus rantai penipuan digital secara lebih luas.

Langkah Pencegahan: Apa yang Bisa Dilakukan Pengguna?

WhatsApp juga mengimbau seluruh penggunanya agar tidak hanya mengandalkan fitur keamanan baru, tetapi juga aktif menjaga keamanan data pribadi dengan langkah-langkah berikut:

✅ Selalu verifikasi identitas pengirim
Terutama jika pesan tersebut menyangkut informasi keuangan, hadiah, atau permintaan pinjaman.

✅ Gunakan fitur verifikasi dua langkah dan sidik jari
Aktifkan verifikasi dua faktor dan pengamanan biometrik agar akun tidak mudah dibajak.

✅ Hindari klik tautan mencurigakan
Banyak penipuan dimulai dari tautan palsu yang menyerupai situs resmi.

✅ Laporkan dan blokir nomor mencurigakan
WhatsApp menyediakan fitur pelaporan cepat jika Anda merasa terganggu oleh pesan scam.

Kenapa WhatsApp Jadi Sasaran Utama Penipuan Digital?

Beberapa alasan mengapa WhatsApp sangat menarik bagi scammer antara lain:

  1. Jumlah pengguna masif di Asia dan Amerika Latin
  2. Kemudahan dalam menyebar pesan secara massal
  3. Kurangnya edukasi digital sebagian pengguna
  4. Kemampuan menyembunyikan identitas dengan nomor asing
  5. Integrasi yang longgar dengan platform lain

Dengan karakteristik tersebut, WhatsApp terus menjadi target nomor satu untuk kampanye scam berbasis pesan teks.

Rantai Bisnis Penipuan: Lebih Besar dari Sekadar Hacker

Menurut laporan investigasi beberapa LSM keamanan siber, industri scam digital kini telah berkembang menjadi jaringan kriminal lintas negara dengan struktur operasional seperti korporasi: ada HRD, manajer, insinyur, bahkan “customer service”.

💼 Korban tidak hanya pengguna, tetapi juga tenaga kerja paksa yang dipaksa mengelola akun scam untuk menghindari penyiksaan atau penahanan.

Negara-negara seperti Kamboja, Myanmar, dan Filipina kini menjadi fokus kampanye penertiban karena maraknya “scam center” yang merekrut WNA sebagai operator.

Fitur Keamanan WhatsApp yang Akan Diluncurkan dalam Waktu Dekat

Berikut adalah ringkasan fitur-fitur keamanan baru WhatsApp yang sedang diluncurkan secara bertahap di berbagai negara:

Fitur Keamanan Fungsi Utama
Pratinjau Grup Mencegah masuk ke grup mencurigakan tanpa persetujuan penuh
Peringatan Obrolan 1:1 Memberi konteks ketika menerima pesan dari nomor tidak dikenal
Sistem Deteksi Real-Time Memblokir akun otomatis berdasarkan perilaku dan laporan pengguna
Blokir Multi-Platform Menghalangi akun scam yang berpindah platform (misal, dari Telegram)
Pembaruan Privasi Kontrol lebih ketat atas siapa yang bisa menambahkan, melihat info, dll

Perlindungan Digital adalah Tanggung Jawab Bersama

WhatsApp menegaskan bahwa meskipun mereka telah melakukan berbagai upaya proaktif, perlindungan terbaik tetap datang dari kesadaran pengguna sendiri. Tak ada teknologi yang bisa menggantikan kewaspadaan, edukasi, dan skeptisisme yang sehat saat menerima pesan tidak dikenal.

🌐 Di era digital saat ini, penipuan tidak lagi datang dengan penampilan mencurigakan. Justru, semakin halus, semakin elegan, dan semakin memikat. Itulah mengapa fitur keamanan WhatsApp harus disertai dengan literasi digital yang kuat.

Penutup: WhatsApp Hadang Scam, Pengguna Harus Waspada

Dengan meningkatnya skema penipuan berbasis kripto dan AI, WhatsApp bergerak cepat memperkuat proteksi bagi penggunanya. Melalui inovasi fitur, kolaborasi lintas platform, dan pembatasan akun scam, aplikasi ini membuktikan komitmennya untuk menciptakan ruang komunikasi yang aman.

Namun pada akhirnya, teknologi hanya separuh dari pertahanan. Setiap pengguna punya peran penting dalam menghentikan laju scam digital.

Karena itu, pastikan Anda:

  • Tidak mudah percaya
  • Selalu waspada
  • Gunakan semua fitur keamanan yang tersedia

Karena di era di mana pesan bisa berarti jebakan, kesadaran digital adalah perlindungan terbaik kita.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button